Rancangan Sintesis Aspirin Dan Asam Sinamat
Rancangan Sintesis Aspirin Dan Asam Sinamat
1. Sintesis
Aspirin
Aspirin adalah salah satu
jenis obat analgesic yang berfungsi sebagai pereda rasa sakit atau pereda
nyeri. Terkadang orang menyebut aspirin dengan nama asam asetilsalisilat.
Aspirin mengandung bahan aktif yang disebut asam salisilat Asetil adalah
turunan sintetis dari senyawa salisin.
Bahkan, Salisin dapat
ditemukan bahwa salisin secara alami terkandung dalam beberapa tanaman,
terutama pada tanaman willow. Salisin Ditemukan di tanaman willow dan telah
banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat penghilang rasa sakit ratusan
tahun yang lalu. Aspirin banyak digunakan sebagai analgesik dan banyak dijual
di pasaran. Aspirin diklasifikasikan sebagai obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
dapat meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti nyeri otot, Sakit gigi,
sakit kepala dan nyeri akibat menstruasi. Obat ini juga biasa digunakan untuk
mengobati pilek, demam dan radang.
Proses
pembuatan Asam asetilsalisilat yang digunakan adalah metode baru untuk sintesis
asam asetilsalisilat (aspirin) yang terdiri dari pencampuran asetat anhidrat
dan asam salisilat, dalam perbandingan stoikiometri yang tepat, dan kalsium
oksida atau zinc oxide. Memperoleh hasil campuran asam asetil salilisat dan kalsium
oxide atau zinc oxide dengan kandungan maksimum 2% asam salisilat bebas.
Berikut ini
beberapa cara atau metode yang ditemukan oleh beberapa tokoh :
a. Sintesa Aspirin menurut Kolbe
Pembuatan asam salisilat dilakukan menggunakan
Sintesis Kolbe, metode ini ditemukan oleh ahli kimia Jerman yang bernama
Hermann Kolbe. Pada buatan ini, sodium phenoxide dipanaskan bersama
karbondioksida (CO2) dalam tekanan tinggi, lalu ditambahkan asam untuk membentuk
asam salisilat. Asam salisilat yang didapatkan laludi direaksikan dengan asetat
anhidrida dengan bantuan asam sulfat sehingga dihasilkan asam asetilsalisilat
dan asam asetat
b. Sintesa
Aspirin Setelah Modifikasi Sintesa Kolbe oleh Schmitt
Larutan sodium
phenoxide masuk ke dalam revolving heated ball mill yang memiliki tekanan vakum
dan panas (130oC). Sodium phenoxide berubah menjadi serbuk halus yang kering,
kemudian dikontakkan dengan CO2 pada tekanan 700 kPa dan temperatur 100oC
sehingga membentuk sodium salisilat. Sodium salisilat dilarutkan keluar dari mill
lalu dihilangkan warnanya dengan menggunakan karbon aktif. Kemudian ditambahkan
asam sulfat untuk mengendapkan asam salisilat, asam salisilat dimurnikan dengan
sublimasi.
Metode yang
kami gunakan yaitu metode baru untuk sintesis asam asetilsalisilat (aspirin),
ditemukan oleh Erlinda Handal-Vega, Andre Patrick Denis Loupy, Jorge Manuel
Collazo Garcia, penelitian ini telah dipatenkan pada 21 agusus 2001 dengan no
paten US 6,278,014 B1. Penemuan ini menyediakan suatu metode untuk sintesis
asam asetilsalisilat yang dengan mereaksikan asetat anhidrat dan asam salisilat
dalam pembandingan stoikiometri, bersama dengan kalsium oksida sebagi zat
pendukung dan penetralisir asam. saat CaO digunakan yield dari asam
asetilsalisilat tidak kurang dari 98-99% (2% maksimum kadar asam salisilat
bebs) dan diperoleh kalsium asetat. rekasinya cepat, eksotermis, one-pot, dan
tidak mencemari.
Asam
salisilat (o-hidroksi asam benzoat) merupakan senyawa bifungsional yaitu gugus
fungsi hidroksil dan gugus fungsi karboksil. Asam salisillat dapat berfungsi sebagai fenol
(hidroksi benzena) dan juga berfungsi sebagai asam benzoat. Baik sebagai asam
maupun sebagai fenol, asam salisilat dapat mengalami reaksi esterifikasi. Bila
direaksikan dengan anhidrida asam akan mengalami reaksi esterifikasi
menghasilkan asam asetilsalisilat (aspirin).
Apabila asam salisilat direaksikan dengan alkohol (metanol) juga
mengalami reaksi esterifikasi menghasilkan ester metil salisilat (minyak
gondopuro).
Reaksi
esterifikasi adalah suatu reaksi antara asam karboksilat dan alkohol membentuk
ester. Turunan asam karboksilat membentuk ester asam karboksilat. Ester asam
karboksilat ialah suatu senyawa yang mengandung gugus -CO2 R dengan R dpat
berupa alkil maupun aril. Esterifikasi dikataliskan asam dan bersifat dapat
balik.
2. Sintesis asam sinamat
Asam sinamat identik dengan
nama IUPAC asam trans-3-fenil-akrilat dan asam trans-β-fenilakrilat sebagai
nama umum. Asam sinamat adalah senyawa organik dengan rumus kimia
C6H5CH=CHCO2H. Asam sinamat adalah senyawa kristal putih yang sedikit larut
dalam air. Diklasifikasikan sebagai asam karboksilat tak jenuh, secara alami
terjadi di banyak tanaman. Senyawa ini mudah larut dalam pelarut organik.
Asam sinamat merupakan salah
satu senyawa aktif produk alam yang digunakan sebagai pengawet, pewangi dalam
makanan, kosmetik, sabun, dan produk-produk formasi lainnya. Selain itu asam
sinamat dapat menghambat profil reaksi dari sel caco-2 yang menyebabkan tumor.
Sintesis
asam sinamat dapat dilakukan melalui reaksi kondensasi Knoevenagel dan reaksi
Perkin. Reaksi kondensasi Knoevenagel lebih sering digunakan karena jumlah
senyawa yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan reaksi Perkin. Pada
dasarnya reaksi kondensasi Knoevenagel merupakan reaksi kondensasi antara suatu
aldehid dan senyawa yang mempunyai hidrogen ± dengan dua gugus karbonil dengan
menggunakan katalis suatu basa organik yang memiliki gugus amina. Sintesis asam
sinamat dilakukan dengan mereaksikan asam malonat yang merupakan senyawa yang
mempunyai hidrogen ± dan benzaldehida yang merupakan senyawa golongan aldehida
dengan katalis dietilamina. Dietilamina (pKb = 3,02) merupakan suatu amina
sekunder dan memiliki sifat basa lebih kuat dibandingkan amonia (pKb = 4.74).
Semakin kuat basa yang digunakan maka atom hidrogen ± semakin mudah membentuk
ion enolat. Dengan demikian, pembentukan asam sinamat diharapkan semakin cepat
dan rendemen yang dihasilkan lebih banyak.
Penggunaan katalis dietilamina untuk mem percepat reaksi yang terjadi. Dietilamina akan mengabstraksi suatu proton ± dari asam malonat sehingga dihasilkan karbanion asam malonat. Karbanion asam malonat ini bersifat lebih reaktif dikarenakan adanya kelebihan pasangan elektron pada atom karbon ±. Adanya kelebihan elektron ini akan membuatnya mudah bereaksi dengan atom karbon karbonil dari benzaldehida sehingga dihasilkan senyawa ²-hidroksi karbonil asam. Senyawa ²-hidroksi karbonil asam dengan adanya pemanasan dan katalis basa akan mudah sekali menghasilkan senyawaan ±, ² - unsaturated karbonil asam dimana pada posisi ² nya terdapat gugus karboksil. Senyawaan ini dalam suasana asam dan dengan adanya pemanasan akan mudah mengalami dekarboksilasi yang ditandai dengan terbentuknya gelembung gas karbondioksida pada larut.
Permasalahan:
1. Bagaimana proses pembuatan asam asetilsalisilat dengan metode baru yang menghasilkan 2% asam salisilat bebas?
2. Asam salisilat (o-hidroksi asam benzoat) merupakan senyawa bifungsional yaitu gugus fungsi hidroksil dan gugus fungsi karboksil. Apa fungsi dari asam salisilat?
3. Mengapa Reaksi kondensasi Knoevenagel lebih sering digunakan dari pada reaksi perkin pada sintesis sinamat?

Baiklah perkenalkan saya Desri Indah Rahmadona A1C119041 akan menjawab pertanyaan no 1 yaitu Proses pembuatan Asam asetilsalisilat yang digunakan adalah metode baru untuk sintesis asam asetilsalisilat (aspirin) yang terdiri dari pencampuran asetat anhidrat dan asam salisilat, dalam perbandingan stoikiometri yang tepat, dan kalsium oksida atau zinc oxide. Memperoleh hasil campuran asam asetil salilisat dan kalsium oxide atau zinc oxide dengan kandungan maksimum 2% asam salisilat bebas.
BalasHapusBaiklah terimakasih atas jawabannya, tetapi disini saya belum cukup puas dan saya ingin menyanggah sedikit. Selain metode ini metode apa lagi yang dapat dilakukan pada proses sintesis aspirin ini?
HapusBaiklah saya akan menjawab pertanyaan Leny Berikut beberapa metode proses sintesis aspirin:
Hapus1. Sintesa Aspirin menurut Kolbe
Pembuatan asam salisilat dilakukan menggunakan Sintesis Kolbe. Pada buatan ini, sodium phenoxide dipanaskan bersama karbondioksida (CO2) dalam tekanan tinggi, lalu ditambahkan asam untuk membentuk asam salisilat. Asam salisilat yang didapatkan laludi direaksikan dengan asetat anhidrida dengan bantuan asam sulfat sehingga dihasilkan asam asetilsalisilat dan asam asetat
2. Sintesa Aspirin Setelah Modifikasi Sintesa Kolbe oleh Schmitt
Larutan sodium phenoxide masuk ke dalam revolving heated ball mill yang memiliki tekanan vakum dan panas (130oC). Sodium phenoxide berubah menjadi serbuk halus yang kering, kemudian dikontakkan dengan CO2 pada tekanan 700 kPa dan temperatur 100oC sehingga membentuk sodium salisilat. Sodium salisilat dilarutkan keluar dari mill lalu dihilangkan warnanya dengan menggunakan karbon aktif. Kemudian ditambahkan asam sulfat untuk mengendapkan asam salisilat, asam salisilat dimurnikan dengan sublimasi.
Baiklah saya Erina Shafura (A1C119068) izin menjawab permasalah no 3, Hal in karenakan jumlah senyawa yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan reaksi Perkin. Pada dasarnya reaksi kondensasi Knoevenagel merupakan reaksi kondensasi antara suatu aldehid dan senyawa yang mempunyai hidrogen a dengan dua gugus karbonil dengan menggunakan katalis suatu basa organik yang memiliki gugus amina. Sintesis asam sinamat dilakukan dengan mereaksikan asam malonat yang merupakan senyawa yang mempunyai hidrogen a dan benzaldehida yang merupakan senyawa golongan aldehida dengan katalis dietilamina.
BalasHapusBaiklah terimakasih atas jawabannya, tetapi disini saya belum cukup puas dan saya ingin menyanggah sedikit. Tadi saudara menejelaskan bahwa pada reaksi ini menggunakan katalis dietilima, mengapa?
HapusBaiklah saya Esra Oktapriani Gultom (A1C119059) akan menajwab permasalahan no 2.
BalasHapusAsam salisillat dapat berfungsi sebagai fenol (hidroksi benzena) dan juga berfungsi sebagai asam benzoat. Baik sebagai asam maupun sebagai fenol, asam salisilat dapat mengalami reaksi esterifikasi.
Baiklah terimakasih atas jawabannya, tetapi disini saya belum cukup puas dan saya ingin menyanggah sedikit. Mengapa pada pembuatan asam asetil salisilat (aspirin) menggunakan rekasi esterifikasi?
HapusBaiklah saya Esra Oktapriani Gultom (A1C119059) akan menjawab sanggahan dari lenny
Hapuskarena reaksia esterifikasi ini merupakan suatu reaksi antara karboksilat dan alkohol membenentuk ester. Bila direaksikan dengan anhidrida asam akan mengalami reaksi esterifikasi menghasilkan asam asetilsalisilat (aspirin). Apabila asam salisilat direaksikan dengan alkohol (metanol) juga mengalami reaksi esterifikasi menghasilkan ester metil salisilat (minyak gondopuro).